Bisnis Bensin Eceran, Mudah dan Tak Pernah Mengenal Rugi

June 12, 2009 at 12:00 am

Semakin lama, jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia di DI Yogyakarta semakin menyusut dan mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran. Padahal, masih banyak peluang usaha yang tersedia, jika tiap pencari kerja mau sedikit berusaha. Membuka usaha bensin eceran, misalnya, bisa menjadi pilihan tepat.

Selain membutuhkan modal kecil, pengoperasian usaha jenis ini cukup mudah dan tak pernah merugi. Usaha bensin eceran juga bisa dijadikan bisnis sampingan yang tak menguras tenaga. Hampir semua penjual bensin eceran di Yogyakarta mengombinasikannya dengan usaha tambal ban atau warung rokok.

“Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Usaha ini, kan, modalnya cuma nongkrongin orang lewat saja, jadi tidak capai dan punya banyak waktu luang,” ujar pedagang bensin eceran yang juga berjualan rokok, Ucok (34), Jumat (29/6).

Ucok mengaku rata-rata bisa menjual satu jeriken bensin yang berisi 30 liter setiap harinya. Dari satu jeriken tersebut, dibagi ke dalam 32 botol bensin yang dijual dengan harga Rp 5.000 per botol. Sementara, harga jual bensin di pompa bensin Rp 4.500 per liter. Dalam satu bulan, dia bisa memperoleh sekitar Rp 700.000.

Keuntungan tersebut, menurut Ucok, sudah cukup untuk hidup. Namun, dia mengakui bahwa masih ada sebagian penjual bensin eceran yang ingin mengeruk keuntungan lebih banyak dengan mencampur bensin dan minyak tanah. “Ini merugikan kami karena kepercayaan pelanggan jadi berkurang,” ucapnya. Curang

Tak heran banyak penjual bensin yang kemudian menambahkan label “Bensin Murni” di depan kios bensinnya. Padahal, menurut penjual bensin lainnya, Hasta (27), kualitas bensin bisa dirasakan oleh para pengendara motor. Bensin yang tidak murni akan berdampak pada kasarnya suara mesin.

Mayoritas konsumen bensin di warung milik Ucok yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo ini sudah menjadi pelanggan tetap. Selain sepeda motor, beberapa mobil juga tak jarang membeli bensin eceran jika tiba-tiba kehabisan bahan bakar. “Mereka sudah tahu kualitas bensin saya,” kata Ucok yang berjualan bensin eceran sejak 2001.

Sementara, Hasta mengaku mengandalkan keberuntungan jika ada pengendara motor yang tiba-tiba kehabisan bensin. Letak kios bensin miliknya di Jalan Solo juga cukup strategis karena tidak terlalu berdekatan dengan pompa bensin, yaitu sekitar satu kilometer.

Biasanya Hasta “berbelanja” bensin di pompa bensin Maguwo. Sayangnya, tak semua pompa bensin di Yogyakarta memperbolehkan pembelian bensin dengan menggunakan jeriken. Pompa bensin di Perempatan Janti, misalnya, mencantumkan tulisan berisi larangan membeli bensin dengan menggunakan jeriken.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini, lanjut Ucok, cukup ringan dan segera balik begitu bensin laku terjual. Selain untuk membeli bensin, dia hanya perlu membeli botol untuk menampung bensin. Biasanya botol itu dibeli dari pemulung dengan harga Rp 1.000 per botol.

Para penjual bensin eceran ini mengaku sempat mengeruk untung yang lumayan besar ketika timbul kelangkaan bensin di pasaran beberapa waktu lalu. Hasta menceritakan pernah menjual bensin yang biasanya dijual Rp 2.400 menjadi Rp 5.000.

“Akan tetapi, jangan sampai ada kelangkaan lagi. Keuntungannya memang besar, tapi mencari bahan baku juga susah,” ujar lulusan Jurusan Broadcasting sebuah universitas swasta di Yogyakarta itu. (AB9)

Sumber –> http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0706/30/jogja/1039158.htm

About these ads

Entry filed under: Wirausaha. Tags: .

Tim Peneliti UGM Tegaskan; Mustahil, Air Diubah Jadi Bensin ALERGI DAN PENYEBABNYA


Herbal Ajaib

Klik gambar ini !

Teh Hitam Mujarobat

Fancy Catalog

My Products at My Store

Cari buku bermutu ?


Masukkan Code ini K1-D82144-8
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

I N F U S

From Idea Cafe Facebook

My Traffic

  • 18,508 Kunjungan

My Favourites

My Clippings


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: